![]() |
| foto istimewa: Feramitha Tiffany Mokodompit |
Maju dalam pertarungan menduduki kursi dewan rakyat Sulawesi Utara dari kantong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan basis Bolmong Raya, Feramitha menjadi catatan utama dalam lingkup partai politik maupun dalam ingatan rakyat Bolaang Mongondow Raya. Catatan tentang politisi perempuan muda progresif.
Sketsa Pertama
Feramitha POLITISI Perempuan Muda Progresif
Sebagai politisi, Feramitha Tiffany Mokodompit adalah wajah baru. Itu artinya harapan, termasuk janji dan apa yang selalu kita sebut sebagai regenerasi. Politik dengan janji tanpa regenerasi bisa berarti omong kosong sepanjang jalan. Politik dengan regenerasi tanpa janji, tak pernah bisa dianggap serius.
Feramitha memikul keduanya – janji dan regenerasi – di satu pundak yang sama. Adapun pundaknya yang lain digunakan untuk memikul harapan dan, tentu saja, beratnya proses politik baginya sebagai perempuan, anak muda, dan seseorang dengan gagasan progresif.
Kita tidak akan bicara soal kedua pundak Feramitha itu, kita akan bicara soal bagaimana dia menghidupkan dialektika janji dan regenerasi di satu pundaknya, serta harapan dan proses politik di pundaknya yang lain. Juga, bagaimana itu mungkin baginya sebagai seorang politisi.
Semua itu dimulai dari biografi Feramitha sebagai anak perempuan dengan DNA politisi-birokrat yang diwariskan bapaknya, Limi Mokodompit. Pada sang putri bungsu ini, DNA kombinasi itu diberi makna yang jauh lebih progresif dalam kerangka milenial.
Politisi, dalam tafsir positif Feramitha dan generasinya, harus dikembalikan pada figurasi negarawan dalam bahasa politik modern dengan kecanggihan memanfaatkan informasi ala generasi gadget dan google. Dalam tafsir ini, citra politisi yang cenderung negatif pada kaum muda hendak dipermak dengan menggunakan logika generasi mereka.
Adapun birokrat, yang tak jarang memikul citra yang bisa jauh lebih negatif lagi, diberi tafsir positif hingga bermakna pekerja negara dengan kecanggihan teknis administratif. Dalam tafsir ini, birokrat berarti figur dengan kemampuan mengatur jalannya roda pemerintahan sesuai yang direncanakan.
Adapun tafsir tafsir itu, dalam biografi Feramitha, hadir lewat kiprahnya di sepanjang hayat hingga hari ini. Pada puncak dialektika DNA dan tafsirnya itu, Feramitha menduduki jabatan ketua DPD KNPI Bolaan Mongondow dan calon legislatif PDIP untuk dewan rakyat Sulawesi Utara.
Paduan figur politisi sebagai negarawan dan birokrat sebagai teknisi pemerintahan adalah apa yang akan diberikan rakyat Bolaang Mongondow Raya pada Sulawesi Utara dan Indonesia lewat Feramitha Tiffani Mokodompit. Itulah juga paduan dialektis antara janji dan regenerasi yang dipikul Feramitha.
Dengan DNA politisi-birokrat, Feramitha memikul janji. Dengan tafsir negarawan pekerja, dia memikul regenerasi. Keduanya adalah langkah dialektis yang akan memungkinkan dialektika harapan dan proses politik pada satu orang Feramitha.
Bersambung...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar