Jumat, 08 Desember 2023

4 SKETSA KATA TENTANG FERAMITHA

foto istimewa: Feramitha Tiffany Moodompit, SM.MBA
Feramitha Tiffany Mokodompit bukan hanya sebuah nama. Juga bukan semata janji. Feramitha adalah politisi muda yang sedang dipersembahkan rakyat Bolaang Mongondow Raya pada Sulawesi Utara dan, kelak nanti, Indonesia.

Maju dalam pertarungan menduduki kursi dewan rakyat Sulawesi Utara dari kantong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan basis Bolmong Raya, Feramitha menjadi catatan utama dalam lingkup partai politik maupun dalam ingatan rakyat Bolmong. Catatan tentang politisi perempuan muda progresif.

SKETSA KE TIGA

Politisi Perempuan MUDA Progresif

Di dunia politik, kita boleh menyebut Feramitha sebagai anak baru. Dan ungkapan itu membayangkan kita pada analisis tentang sebuah generasi baru di dunia politik Indonesia. Riuh rendah kehadiran kaum muda dengan latar yang jauh lebih pragmatis tapi sekaligus dengan jejak kesadaran baru yang nyaris tak tertandingi dalam sejarah bangsa ini.

Abad 21 adalah rahim bagi Feramitha dan para politisi muda itu. PDIP Sulut sendiri telah menjadi salah satu kantong yang berhasil menumpukan kekuatannya pada para anak muda ini. Bahkan sejak kehadiran mereka di masa reformasi. Di lingkup Sulawesi Utara, kita boleh mencatat banyak nama seperti Andre Angouw, Joune Ganda atau Rocky Wowor.

Di luar PDIP sendiri ada banyak nama lainnya juga. Bahkan, lepas dari suka tak suka, kita tahu ada yang namanya partai kaum muda. Dan itu semua menunjukkan pada kita bahwa regenerasi, setidaknya pada era ini, telah menjadi kodrat yang makin sulit dihalangi.

Tapi entah sebagai kodrat, entah sebagai sesuatu yang harus diperjuangkan, usia muda dilakoni Feramitha sebagai semangat perubahan dan, jika perlu, perlawanan. Alam konteks kemudaannya, Feramitha menampilkan dirinya bukan hanya dalam simbol simbol formal seperti jabatan ketua KNPI tapi juga dalam marka kultur sebuah generasi yang jumbuh dengan keberadaannya. Feramitha adalah nama bagi satu generasi politisi muda yang bergerak dengan semboyan “yang muda yang memimpin.” Dan dia serius dalam hal ini.

Tapi sejak awal perlu diingat, generasi Feramitha adalah generasi baru dengan kesadaran yang tidak bisa diperbandingkan secara acak adul dengan kesadaran generasi muda manapun dalam sejarah kita sendiri. Mereka, misalnya, tak lagi mengenal pembelahan biner seperti Timur-Barat, Hitam-Putih, Lelaki-Perempuan dan seterusnya. Termasuk sistem biner ideologis-pragmatis.

Pada Feramitha dan generasinya (yang sadar saja) sejarah dilakoni sebagai serbuan informasi yang harus diterima dalam bingkai “pasca-kebenaran” yang serba membingungkan itu. Dalam bingkai ini, Feramitha memainkan pragmatisme politik kisi kisi yang dengannya ideologi berbangsa dan bernegara mengambil posisinya. Sesuatu yang sebelumnya mungkin tak pernah kita kenal.

Tapi tulisan ini yakin, Feramitha mampu melakoninya.

bersambung.....

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Benny Rhamdani Dan Suara Keberanian dalam Politik Indonesia

Keberanian Menyuarakan Kebenaran di Tengah Risiko Keberanian adalah sebuah sikap yang seringkali langka ditemui, terutama dalam dunia politi...