Senin, 27 Februari 2023

Lolos ke UFC Amrik, Wendri Bertekad Harumkan Nama Daerah dan Indonesia

WENDRI Patilima kembali menunjukan kepantasanya sebagai petarung sejati. Setelah dinyatakan lulus pada seleksi The Fight Academy di Bali, yang diuji dan dinilai langsung oleh dua juri kawakan Marc Fiore dan Jake Buracker Desember 2022 silam, ia mendapatkan kesempatan dan berhasil mengantongi tiket emas untuk mengikuti kejuaraan dunia, Road to Ultimate Fighting Championship (Road to UFC).

Dilansir dari onepride.net, Windri dinyatakan lolos seleksi The Fight Academy setelah melewati serangkaian tes yang berlangsung 17-21 Desember 2022. The Fight Academy sendiri adalah sebuah program pengembangan bakat atlet MMA Indonesia. Seleksi The Fight Academy dimulai sejak 17 Desember yang dipimpin oleh Presiden Cage Warriors, Graham Boylan dan kepala pelatih program MMA Fight Academy, Marc Fiore. 

Total 28 peserta yang mengikuti seleksi tersebut dan hanya 13 orang yang lulus seleksi. Adapun petarung yang lulus seleksi mengikuti program pelatihan intensif di Amerika Serikat dan diseleksi lagi untuk Road to UFC. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan kesempatan bertarung merebutkan kontrak di ajang kompetisi MMA internasional Cage Warriors. 

“Pertama saya dapat rekomendasi dari pihak onepride untuk mengikuti seleksi pertama di Bali. Dan yang mengcover semua biaya transportasi adalah pihak Mola, Mola bekerja sama dengan MMA fight Academy, Graham Boylan di Amerika Serikat,” ucap Sang Bogani, julukan Wendri Patilima, saat di hubungi Manado Post Digital, Senin (27/2). 


Sejak awal Februari 2023 Wendri sudah digodok dengan latihan sangat keras untuk dipersiapkan bertarung di UFC pada Mei mendatang. Melalui The Fight Academy yakni program pengembangan bakat atlet MMA Indonesia, besutan Mola yang melibatkan KOBI dan One Pride MMA Indonesia ini, berhasil mengantarkan Wendri Patilima sebagai atlet MMA Tanah Air untuk bersaing di level dunia.

“Saya telah mengikuti latihan yang sangat keras dan disiplin di Amerika Serikat, sejak tanggal 8 Februari. Setiap hari hanya latihan dan latihan. Dan Alhamdulillah dengan latihan yang sangat keras di sini, ternyata bisa membuat saya diperhitungkan dan lolos untuk ikut road to UFC bulan Mei mendatang,” sebut Putra Bilalang, Kotamobgau Utara itu. 

Ditanya terkait yang ingin Wendri katakan kepada generasi muda Indonesia dan Bolaang Mongondow Raya khususnya, Wendri mengajak kepada para pemuda agar menuangkan bakatnya di ajang pertarungan yang positif dan legal, agar bias menoreh prestasi, tidak menjadi preman jalanan. 

“Untuk teman-teman, ayo kita mengadu prestasi dan buat bangga keluarga dan saudara-saudara kita. Jangan sampai jadi preman di jalan, hobinya pukul orang dan juga tawuran. Apalagi berkelahi menggunakan sajam. Jika ingin berkelahi maka ada wadahnya yang bisa menghasilkan uang dan tidak akan bermasalah dengan petugas kepolisian,” imbau Wendri. 

Wendri juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan support kepadanya, hingga dirinya bisa memperoleh capaian maksimal dalam usaha mengharumkan nama indonesi dan Bolmong Raya di mata dunia. Hal ini ditulis Wendri Patilima dalam akun faceebook resminya. 

“Alhamdulillah, ternyata rencana Allah luar biasa. Pokoknya terimakasih atas doa-doa dari keluarga, teman-teman Totabuan Citawaya Fighting Camp, dan teman-teman yang sudah tak dapat saya sebutkan satu per satu. Terimakasih buat doa masyarakat Indonesia, warga se-SULUT, terkhusus BMR. sehingga akhirnya orang Mongondow bisa berkesempatan bermain sampai level internasional. Ada kebanggaan tersendiri, karena bisa membuktikan kalau ternyata saya boleh sampai di titik ini. Mohon support dan doanya, karena tanpa kalian saya juga bukan siapa-siapa,” tulis Wendri dalam akun media sosialnya.


Penulis: Buyung Potabuga

artikel ini sudah tayang di manado post digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Benny Rhamdani Dan Suara Keberanian dalam Politik Indonesia

Keberanian Menyuarakan Kebenaran di Tengah Risiko Keberanian adalah sebuah sikap yang seringkali langka ditemui, terutama dalam dunia politi...