WENDRI Patilima kembali menunjukan kepantasanya sebagai petarung sejati. Setelah dinyatakan lulus pada seleksi The Fight Academy di Bali, yang diuji dan dinilai langsung oleh dua juri kawakan Marc Fiore dan Jake Buracker Desember 2022 silam, ia mendapatkan kesempatan dan berhasil mengantongi tiket emas untuk mengikuti kejuaraan dunia, Road to Ultimate Fighting Championship (Road to UFC).
Dilansir dari onepride.net, Windri dinyatakan lolos
seleksi The Fight Academy setelah melewati serangkaian
tes yang berlangsung 17-21 Desember 2022. The Fight
Academy sendiri adalah sebuah program
pengembangan bakat atlet MMA Indonesia. Seleksi The
Fight Academy dimulai sejak 17 Desember yang dipimpin
oleh Presiden Cage Warriors, Graham Boylan dan kepala
pelatih program MMA Fight Academy, Marc Fiore.
Total 28 peserta yang mengikuti seleksi tersebut dan
hanya 13 orang yang lulus seleksi. Adapun petarung yang
lulus seleksi mengikuti program pelatihan intensif di
Amerika Serikat dan diseleksi lagi untuk Road to UFC.
Selain itu, mereka juga akan mendapatkan kesempatan
bertarung merebutkan kontrak di ajang kompetisi MMA
internasional Cage Warriors.
“Pertama saya dapat rekomendasi dari pihak onepride
untuk mengikuti seleksi pertama di Bali. Dan yang
mengcover semua biaya transportasi adalah pihak Mola,
Mola bekerja sama dengan MMA fight Academy, Graham
Boylan di Amerika Serikat,” ucap Sang Bogani, julukan
Wendri Patilima, saat di hubungi Manado Post Digital,
Senin (27/2).
Sejak awal Februari 2023 Wendri sudah digodok
dengan latihan sangat keras untuk dipersiapkan
bertarung di UFC pada Mei mendatang. Melalui The
Fight Academy yakni program pengembangan bakat
atlet MMA Indonesia, besutan Mola yang melibatkan KOBI dan One Pride MMA Indonesia ini, berhasil
mengantarkan Wendri Patilima sebagai atlet MMA Tanah
Air untuk bersaing di level dunia.
“Saya telah mengikuti latihan yang sangat keras dan
disiplin di Amerika Serikat, sejak tanggal 8 Februari.
Setiap hari hanya latihan dan latihan. Dan Alhamdulillah
dengan latihan yang sangat keras di sini, ternyata bisa
membuat saya diperhitungkan dan lolos untuk ikut road
to UFC bulan Mei mendatang,” sebut Putra Bilalang,
Kotamobgau Utara itu.
Ditanya terkait yang ingin Wendri katakan kepada
generasi muda Indonesia dan Bolaang Mongondow
Raya khususnya, Wendri mengajak kepada para pemuda
agar menuangkan bakatnya di ajang pertarungan yang
positif dan legal, agar bias menoreh prestasi, tidak
menjadi preman jalanan.
“Untuk teman-teman, ayo kita mengadu prestasi dan
buat bangga keluarga dan saudara-saudara kita. Jangan
sampai jadi preman di jalan, hobinya pukul orang dan
juga tawuran. Apalagi berkelahi menggunakan sajam.
Jika ingin berkelahi maka ada wadahnya yang bisa
menghasilkan uang dan tidak akan bermasalah dengan
petugas kepolisian,” imbau Wendri.
Wendri juga mengucapkan terimakasih kepada
semua pihak yang telah mendukung dan memberikan
support kepadanya, hingga dirinya bisa memperoleh
capaian maksimal dalam usaha mengharumkan nama
indonesi dan Bolmong Raya di mata dunia. Hal ini
ditulis Wendri Patilima dalam akun faceebook
resminya.
“Alhamdulillah, ternyata rencana Allah luar
biasa. Pokoknya terimakasih atas doa-doa dari
keluarga, teman-teman Totabuan Citawaya Fighting
Camp, dan teman-teman yang sudah tak dapat saya
sebutkan satu per satu. Terimakasih buat doa
masyarakat Indonesia, warga se-SULUT, terkhusus
BMR. sehingga akhirnya orang Mongondow bisa
berkesempatan bermain sampai level internasional.
Ada kebanggaan tersendiri, karena bisa membuktikan
kalau ternyata saya boleh sampai di titik ini. Mohon
support dan doanya, karena tanpa kalian saya juga
bukan siapa-siapa,” tulis Wendri dalam akun media
sosialnya.
Penulis: Buyung Potabuga
artikel ini sudah tayang di manado post digital



Tidak ada komentar:
Posting Komentar