Jumat, 31 Maret 2023

Bogani Limi Menjadi Semangat Baru Kemajuan Kebudayaan di Bolaang Mongondow

"Igay kita Moyokapit, Moyobamban, Motobatu Molintak kon Totabuan Bolaang Mongondow - Mari Kita bergandengan tangan, saling mendukung, Bersatu untuk mengangkat Totabuan Bolaang Mongondow" Ir. Limi Mokodompit, MM

Bogani Ki Limi
dan Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling
Pj Bupati Bolaang Mongondow Ir. Limi Mokodompit, MM, setelah dianugerahi gelar adat sebagai Bogani, menjadi semangat baru bagi dia dalam memajukan kebudayaan di daerah dan terobosan dalam upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Hal ini sejalan pula dengan amanat dalam Moto Bolaang Mongondow “Motobatu Molintak Kon Totabuan” yang artinya; bersama-sama membangun totabuan (totabuan adalah nama lain dari daerah Bolaang Mongondow). Moto ini dikenalkan oleh Bupati Bolaang Mongondow sebelumnya, Oe N. Mokoagow Bupati Bolaang Mongondow pada tahun 1966-1976 M.

Sebagai Bogani, Limi Mokodompit menginginkan adanya keseimbangan antara pemerintah daerah, komunitas adat dan para penggiat budaya di Bolaang Mongondow dalam peran membangun daerah. Menurutnya, adat dan kebudayaan adalah wujud jati diri dan bagian dari pembangunan karakter. Untuk itulah diperlukan kerja sama dalam upaya pembangunan.

Diketahui sebelumnya, Pejabat Bupati Bolaang Mongondow Ir. Limi Mokodompit MM telah dianugerahi Gelar Adat sebagai Bogani  sedangkan Istrinya Iryanti dianugerahi gelar Boki. Adapun acara tersebut dilaksanan di halaman rumah dinas Bupati, Senin (27/3/2023). Gelar Bogani yang disematkan tersebut diawali dengan menggelar musyawarah “mobakid” perwakilan seluruh tokoh adat tingkat Desa dan Kecamatan se-Kabupaten Bolaang Mongondow. Musyawarah dipimpin langsung oleh tokoh adat dan budayawan Bolaang Mongondow Chairun Mokoginta. 

Bogani Limi menjelaskan bahwa gelar Bogani adalah sesuatu yang sangat sakral, sehingga apa yang disematkan menjadi tanggung jawab besar baginya. Dalam pandangannya, Bogani adalah sosok pelindung bagi segenap rakyat Bolaang Mongondow, dan pemberian gelar Bogani adalah bagian dari upaya melestarikan nilai adat dalam konteks kuktural yang mampu bertransformasi dalam kehidupan modern dan pluralisme sebagai pemersatu rakyat Bolaang Mongondow dimasa depan.

“Bagi saya pemberian gelar Bogani adalah sesuatu yang sakral, dan menjadi tanggung jawab moral bagi siapa saja yang diberi gelar, karena Bogani bagi saya adalah sosok pelindung, pemersatu, pengayom, keteladanan, dan panutan. Selain itu Bogani adalah lambang keperkasaan, sehingga cukup berat memikul tanggung jawab gelar ini. Bogani juga berperan sebagai penjaga nilai-nilai adat dalam konteks kuktural yang mampu bertransformasi dalam kehidupan yang modern dan pluralisme, pemersatu rakyat dimasa depan. Semangat Bogani dalam pandangan saya adalah ketokohannya, kepemimpinannya, dan keteladanannya dalam mengayomi, menghidupi, dan menjaga kebersamaan kekeluargaan dan keadilan setiap kita masyarakat totabuan,” urai Bogani Limi. 

Dalam kapasitasnya sebagai pemegang gelar Bogani, Limi Mokodompit bertujuan menciptakan keterhubungan yang baik antara lembaga pemerintahan dan lembaga adat sejalan bersama dalam membangun Bolaaang Mongondow. 

“Sebagai pimpinan daerah, tentu saja saya wajib menjalankan roda pemerintahan sesuai regulasi undang-undang yang ada. Terlepas dari sebagai pimpinan pemerintahan, saya sebagai Bogani. Sehingga, sudah selayaknya pemerintahan tetap menghargai nilai-nilai adat-budaya, dan berdampingan dalam visi bersama membangun Bolaang Mongondow ke depan. Gelar kehormatan ini bukan hanya menguatkan jalanya roda pemerintahan, dan menjaga keutuhan semua warga negara khususnya masyarakat Bolaang Mongondow, melainkan turut menjaga nilai budaya, dan kearifan lokal, dalam bingkai persatuan dan kesatuan,” ungkap Bogani Limi.

Lebih lanjut Bogani Limi memaparkan, ada dua pilar yang dapat menopang jalannya pembangunan daerah  yakni lembaga pemerintahan dan lembaga adat. "Jika keduanya berjalan seiringan maka ini akan membawa persatuan dalam membangun daerah dan menjaga nilai budaya di Bolaang Mongondow tercapai" katanya.

“Bilamana kedua pilar ini dipegang orang  yang sama, maka dipastikan dia akan mampu menjaga keutuhan masyarakat, keragaman, kesejahteraan dan keadilan, serta persamaan hak setiap warga. Siapapun dia yang menjalankan kedua pilar tesebut dipastikan akan mampu menjaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya daerah yang menjadi kebanggaan kita semua,” ungkap Bogani Limi.

Penulis: Buyung Potabuga


Dari Wikipedia

Ir. Limi Mokodompit, MM. (lahir di Passi Kabupaten Bolaang Mongondow, 02 Februari 1966) merupakan salah satu pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang saat ini sedang menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara[1], dia juga saat ini dipercayakan menjabat sebagai Penjabat Bupati Bolaang Mongondow.[2]

Pengalaman Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

  • Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten Mimika Papua
  • Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Mimika Papua
  • Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (12 Januari 2022)
  • Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (31 Januari 2022 - Sekarang)
  • Penjabat Bupati Bolaang Mongondow (2022 - sekarang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Benny Rhamdani Dan Suara Keberanian dalam Politik Indonesia

Keberanian Menyuarakan Kebenaran di Tengah Risiko Keberanian adalah sebuah sikap yang seringkali langka ditemui, terutama dalam dunia politi...