Rabu, 29 Maret 2023

Para Bogani Mengangkat Punu' Pertama Bolaang Mongondow

foto: Faisal Amu

Saya ingin bertanya: Apalagi Yang Kurang dari Gelar Adat Bogani Limi kepada Orang Tua Kita Limi Mokodompit?

Setelah Muasal Kehidupan manusia Bolaang Mongondow di kisaran 600-500 SM dimulai dari suami isteri, Gumalangit isterinya Tendeduata serta Tumotoi Bokol dan istrinya serta Tumotoi Bokat dan istrinya, Selanjutnya berkembang banyak menjadi anggota masyarakat.

Keturunan dari anak cucu Gumalangit/Tendeduata dan Tumotoi Bakol/Tumotoi Bokat mulailah mencari pemukiman baru dengan terlebih dahulu membentuk beberapa kelompok pencari pemukiman. Tiap kelompok dipimpin oleh seorang yang mempunyai kemampuan atau yang dianggap lebih kuat dari kalangan kelompok tersebut. Pemimpin-pemimpin yang kuat ini dinamakan “Bogani”. Para Bogani inilah yang sudah mulai merintis mencari pemukiman baru.

Bogani Tersebut adalah;

Bogani Lingkit dan Bagani Obudia dari Dumoga ke Tudu in Yanggat, Bogani
Pinomontowan dan Nonapean di Tudu in Buluan, Bogani Bagundali di Dumoga, Bogani Simbonan di Molotong Tudu in Punsion, Bogani Manggopa Kilat dan Bogani Suami isteri Amalie dan Inalie di Bubungon Dumoga.

Dumoga jadi cikal bakal kelahiran Kerajaan Bulan/Boelan dengan raja pertamanya Ki Punu' Molantud Mokodoludut inta Ki Punu' Gumolung. Para boganilah yang membuat kesepakatan, yakni menamakan anak itu Mokodoludut (gemuruh bunyi), dan mengakui anak itu sebagai Punu (tuan/raja) dikukuhkan lewat sumpah dan janji. Secara singkat sumpah dan janji itu menegaskan bahwa Punu' Molantud Mokodoludut akan menurunkan raja-raja selanjutnya dari generasi ke generasi dengan falsafah adat "KOPITU INANAKAN i PUNU'/DATU" serta setia dan tidak menentang. Barang siapa yang melanggar janji, akan terkena bala.

Keturunan Punu' Molantud Mokodoludut tersebut;

Punu' Pondadat inta Ki Lokonbanua, Punu' Yayubangkai, Punu' Panamon bin Pondadat, Punu' Kinalang Damopolii bin Yayubangkai, Punu' Ponamon bin Damopolii, Punu' Busisi bin Damopolii, Punu' Makalalo bin Busisi, Punu' Mokodompit bin Makalalo,  Punu' Tadohe bin Mokoagou inta Ki Ompu i Punu' Mokodompit, kemudian Datoe Binangkang Loloda' Mokoagou bin Tadohe hingga sistem kerajaan berakhir di tahun 1950 pada Raja Henny Jusuf Cornelis Manoppo, dan keturunan - keturunannya hingga saat ini, tersebar dalam sejumlah silsilah di masing-masing keluarga. 

........... ............ 

Untuk kita keturunan Mongondow yang belum mencabut kan diri dari Akar Mongondow

Sekali lagi, Saya ingin bertanya apalagi Yang Kurang dari Gelar Adat Bogani Limi kepada Orang Tua Kita Limi Mokodompit? 

Bogani adalah Gelar Sakral. Merekalah (para Bogani) yang telah menetapkan Punu' Pertama, sedangkan Mokodompit adalah akar (uwakat) keturunan i Mokodoludut.

Bukankah Di kehidupan terdahulu Para Bogani Mengangkat Punu' (Tuan/Raja) dan Keturunan dari Punu' salah satunya adalah Mokodompit?

Yo manangkatua Aka kita madirutupa Mongondow Yo ingatonpa Koyow bo Barakat Bogani dungkulmai; 

"Menyatakan keturunan kita dari generasi ke generasi hendaknya setia dengan ikrar dengan janji yang dipegang teguh, sejak ditetapkannya Mokodoludut sebagai Punu' Molantud, Punu' Gumolung, yang berdasarkan kesepakatan disertai ikrar dan sumpah untuk menghormati dan mematuhi apa yang sudah diikrarkan terhadap Mokodoludut. Yang  menentang kita mengenal apa yang kata orang tua; BUTUNGON".

Penulis: Buyung Potabuga.

 

Tabe' 🙏 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Benny Rhamdani Dan Suara Keberanian dalam Politik Indonesia

Keberanian Menyuarakan Kebenaran di Tengah Risiko Keberanian adalah sebuah sikap yang seringkali langka ditemui, terutama dalam dunia politi...